
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa film China tidak pernah tayang di bioskop Indonesia? Di balik layar, ada cerita menarik tentang bagaimana film-film ini dilarang karena muatan kontroversial yang mereka bawa.
Misalnya, film “To Live” yang kritis terhadap kebijakan pemerintah China, atau “Lost in Beijing” yang menampilkan sisi gelap masyarakat. Artikel ini akan membahas beberapa film China yang dilarang tayang di Indonesia dan mengapa mereka begitu kontroversial.
Film China yang Dilarang Tayang
Industri film China telah menghasilkan banyak karya yang menarik perhatian dunia, namun beberapa di antaranya tidak pernah tayang di Indonesia karena muatan kontroversial. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa film China yang dilarang tayang dan mengapa mereka begitu sensitif.
1. Lost in Beijing (2007)
Film ini menceritakan tentang pasangan suami istri, Liu Pingguo dan An Kun, yang pindah ke Beijing. Liu bekerja di sebuah spa dan diperkosa oleh bosnya, Lin Dong. Hal ini menyebabkan konflik dalam rumah tangga mereka karena kemungkinan anak yang dikandung adalah milik Lin Dong. Namun, anak yang lahir ternyata adalah anak mereka sendiri. Liu kemudian meninggalkan An Kun untuk membalas dendam pada Lin Dong.
2. Suzhou River (2000)
Film ini berlatar di Shanghai dan mengisahkan tentang Mardar, seorang kurir paket yang tinggal di tepi Sungai Suzhou. Ia diminta mengantar Moudan, putri seorang penyelundup alkohol, untuk menemui bibinya. Mereka menjadi dekat, tetapi kemudian berselisih, menyebabkan Moudan terjun ke sungai. Mardar ditangkap karena dianggap sebagai tersangka pembunuhan.
3. Devils on the Doorstep (2000)
Film ini berlatar di desa Hebei pada masa Perang Dunia II. Ma Dasan, seorang petani, dipaksa menahan dua tawanan perang, termasuk seorang jenderal Jepang. Ma Dasan berusaha melindungi mereka dari kemarahan warga desa, tetapi situasi menjadi semakin rumit.
4. Seventeen Years (1999)
Film ini menceritakan tentang Tao Lan, seorang gadis yang dipenjara selama 17 tahun karena dianggap membunuh saudari tirinya. Setelah bebas, Tao Lan mencoba memohon pengampunan dari orang tuanya.
5. Mr. Zhao (1998)
Film komedi ini mengisahkan tentang Tuan Zhao, seorang dokter yang berselingkuh dengan rekan kerjanya. Perselingkuhannya terbongkar, menyebabkan masalah dalam rumah tangganya.
6. East Palace, West Palace (1996)
Film ini menceritakan tentang A Lan, seorang penulis gay yang ditangkap oleh polisi muda Xiao Shi. A Lan menceritakan kisah hidupnya yang penuh tekanan sebagai homoseksual, dan Xiao Shi mulai merasa simpati padanya.
7. Postman (1995)
Film ini mengisahkan tentang Xiao Dou, seorang tukang pos yang terobsesi membaca surat-surat yang dibawanya. Ia mulai ikut campur dalam kehidupan orang-orang yang menulis dan menerima surat-surat tersebut.
8. To Live (1994)
Film ini mengisahkan tentang Xu Fugui, seorang pria yang kehilangan kekayaannya karena judi. Ia bergabung dengan pasukan Kuomintang selama Perang Saudara Tiongkok dan berusaha memperbaiki hidupnya kembali.
5 FAQ:
Q: Apa yang menyebabkan film China dilarang tayang di Indonesia?
A: Film-film China dilarang tayang di Indonesia karena muatan kontroversial seperti adegan dewasa, kritik politik, dan tema sosial yang sensitif.
Q: Apa contoh film China yang dilarang tayang di Indonesia?
A: Contoh film-film China yang dilarang tayang di Indonesia termasuk “To Live”, “Lost in Beijing”, “Seventeen Years”, “East Palace West Palace”, dan “Devils on the Doorstep”.
Q: Mengapa “To Live” dilarang tayang?
A: “To Live” dilarang tayang karena kritis terhadap kebijakan pemerintah China yang dianggap kontroversial.
Q: Apa tema utama “Lost in Beijing”?
A: “Lost in Beijing” menampilkan sisi gelap masyarakat seperti pemerasan, prostitusi, dan kekerasan seksual.
Q: Apakah film-film ini mendapatkan pengakuan internasional?
A: Ya, beberapa film China yang dilarang tayang di Indonesia telah mendapatkan pengakuan dan penghargaan di festival film internasional.



