Fakta

Naegleria Fowleri, Amuba Pemakan Otak yang Sebabkan Infeksi

Buat kamu yang suka berenang, ada baiknya mulai hati-hati dengan adanya bakteri parasit yang bisa masuk ke jaringan otak lewat hidung.

Bulan Agustus 2020 ada seorang gadis di Florida, Amerika Serikat meninggal akibat terjangkit sebuah penyakit karena parasit yang langka.

Setelah dirawat dan diteliti soal penyakitnya, Departemen Kesehatan setempat memberi info soal adanya serangan Naegleria fowleri atau dikenal dengan amuba pemakan otak.

Makhluk hidup mikroskopis ini perkembangannya begitu cepat dan tidak mudah dideteksi. Walau termasuk langka, tapi serangan amuba pemakan otak bisa sangat berbahaya.

Baca Juga: Kisah Hidup Ip Man, Legenda Kungfu yang Jadi Pelatih Bruce Lee

Dapat merusak jaringan otak dan menyebabkan kematian

Naegleria fowleri, Amuba Pemakan Otak yang Sebebkan Infeksi Langka pada Manusia

(foto: newsheads)

Naegleria fowleri adalah organisme bersel satu yang biasa jadi pemakan bakteri. Hidupnya kebanyakan di sumber air tawar seperti sungai dan perairan danau bersuhu hangat sampai yang panas.

Naegleria fowleri bisa membangun struktur benang (flagella) yang menjadikannya bergerak cepat dan menemukan kondisi menguntungkan.

Amuba mudah menjalar ke hidung dan diteruskan menuju otak saat berenang khususnya di musim panas. Apa tandanya kalau perairan sudah terkontaminasi?

Airnya memang terlihat sama saja tapi orang yang habis berenang merasakan sakit kepala, muntah-muntah, kaki di leher, dan menjadi sakit yang serius sampai mengancam nyawa.

Berdasarkan data  Centers for Disease Control and Prevention, orang yang sudah terinfeksi amuba bisa meninggal setelah lima hari.

Infeksi bisa menyerang siapa saja tanpa terprediksi sebelumnya

Naegleria fowleri, Amuba Pemakan Otak yang Sebebkan Infeksi Langka pada Manusia

(foto: shutterstock)

Sebutan ‘pemakan otak’ pada organisme ini memang karena infeksi yang ditimbulkan yaitu pembengkakan dan kerusakan pada otak yang berdampak cukup serius.

Infeksi yang terjadi disebut dengan primary amebic meningoencephalitis yang notabene termasuk penyakit langka. Infeksi juga bisa menyerang siapa pun tanpa terprediksi.

BACA JUGA  Mengenal Hiu Kalabia, Hewan Endemik Papua yang Bisa Berjalan

Tercatat sejak 1962, hanya ada satu yang berhasil selamat dari 128 kasus. Pada tahun 1978 ada pasien yang tertolong dengan perawatan dan antibiotik.

Obat yang direkomendasikan dokter untuk dapat mengatasi infeksi amuba pemakan otak adalah miltefosine yang merupakan anti parasit

Baca Juga: Kisah Tragis Ota Benga, Pria Afrika yang Dipamerkan di Kebun Binatang Amerika

Lebih banyak hidup di air yang memiliki tingkat klorinasi rendah

Naegleria fowleri, Amuba Pemakan Otak yang Sebebkan Infeksi Langka pada Manusia

(foto: environment)

Meskipun kasus baru-baru ini terjadi di Amerika, tapi persebaran amuba pemakan otak juga ada di negara lain. Kasus yang paling sering terjadi adalah pada musim panas antara Juli-September.

Habitatnya juga beragam, misalnya; sumber mata air panas, sungai dan danau di daerah tropis, pembuangan air di pabrik atau industri, dan juga kolam renang yang tidak terawat.

Bukan berarti setiap berenang di danau atau sungai otomatis langsung berisiko terjangkit. Bahkan berenang di kolam yang terlihat bersih pun ada kemungkinan infeksi, karena air kolam tidak mengalami klorinasi yang cukup.

Amuba lebih banyak hidup di air yang memiliki tingkat klorinasi rendah atau tidak ada sama sekali.

Klorinasi sendiri adalah sebuah bentuk pengelolaan air untuk mematikan kuman dan oksidasi bahan kimia di dalam air.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi

Amuba Pemakan Otak yang Sebebkan Infeksi Langka pada Manusia

(foto: outbreaknewstoday)

Karena infeksi amuba pemakan otak akibatnya termasuk fatal, pastinya lebih baik mencegah sebelum terjadi.

Langkah pencegahan yang efektif adalah dengan cara tidak berenang di danau atau sumber air tawar di daerah tropis.

Kamu bisa juga memakai klip hidung saat berenang. Bila  tetap ingin berenang di air tawar bersuhu hangat, pastikan kalau kepala tetap ada di luar permukaan air dan kaki tidak tersentuh ke tanah di dasar danau atau sungai.

BACA JUGA  10 Penemuan Ribuan Tahun Lalu, Desainnya Masih Menakjubkan

Untuk air di kolam, tentu saja yang tak boleh diabaikan adalah menjaga kebersihan secara teratur.


Source link

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
/