FaktaInspirasiISDVPKIstory

Dilindungi dan Diwaspadai, Organisasi ISDV Jadi Cikal Bakal PKI di Indonesia

Sejak negeri ini masih dikuasai pemerintahan kolonial Belanda, ideologi komunis sudah ada dan tumbuh di kalangan masyarakat.

Awal mulanya adalah sekumpulan orang yang ingin memperbaiki nasib buruh, khususnya untuk melepaskan cengkeraman kolonial Belanda atas bangsa Indonesia.

Jauh sebelum aksi-aksi brutal Partai Komunis Indonesia (PKI), sebenarnya ada sejarah yang panjang. Kita perlu tahu tentang pria Belanda bernama Henk Sneevliet yang pertama-tama menjadi guru bagi pendiri PKI.

Sneevliet memang tidak secara langsung mendirikan PKI, melainkan Indische Social Demokratische Vereeniging (ISDV) yang jadi cikal bakal PKI.

Baca juga: Hanya Lulus SD, Inilah Sepak Terjang Semaun Sebagai Ketua PKI Pertama

ISDV cepat berkembang karena berpihak pada kaum buruh

(foto: idsejarah)

Jejak Snieevlet di Indonesia memang sebentar, tapi warisan ideologinya berakar sangat kuat.

Meninggalkan posisinya di Belanda sebagai ketua perhimpunan buruh kereta api, cukup mudah jalannya untuk membentuk kelompok yang sejenis di Indonesia yang saat itu masih Hindia Belanda.

Bulan Mei tahun 1914 menjadi momen bersejarah karena saat itulah organisasi Indische Social Demokratische Vereeniging (ISDV) dibentuk.

ISDV bukan organisasi politik, tapi dikenal sebagai Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda. Dengan misi yang terasa sangat berpihak pada kaum pekerja rendahan, ISDV mulai mendapat atensi dari orang-orang pribumi.

Pada tahun 1919, organisasi ini memiliki 400 anggota yang terdiri dari orang Belanda, Tionghoa, dan selebihnya diambil dari kader-kader pilihan dari Indonesia.

ISDV mencari kader pilihan dari golongan pemuda dari Sarekat Islam (SI)

Dilindungi dan Diwaspadai, Inilah ISDV Cikal Bakal PKI di Indonesia

(foto: palpres)

Ideologi komunis saat itu memang belum mendapat kepercayaan di tengah masyarakat Indonesia. Padahal tentu saja ISDV tidak berkembang jika pergerakannya tidak didukung masyarakat indonesia.

Karena itulah, ISDV mulai mendekati orang-orang yang dipandang potensial. Sneevliet memakai strategi diplomasi dengan aktivis organisasi lain yang sudah terpercaya untuk jadi perantaranya.

Saat di Semarang Sneevliet mengenal para pemuda dari Sarekat Islam (SI) yang kemudian dirasa cocok untuk menjadi kader ISDV.

Beberapa anak muda aktif dan cerdas dari SI segera menjadi murid Snieevliet, dibina, dan diberi posisi khusus di dalam ISDV. Sosok yang cukup berhasil antara lain Semaoen dan Darsono.

Bahkan Semaoen yang saat itu berumur 17 tahun menyebut Snieevliet dengan panggilan ‘Mijn Goeroe’ yang artinya guruku.

Baca juga: Mengenal Henk Sneevliet, Pria Belanda Pembawa Ajaran Komunisme ke Indonesia

23 Mei 1920 dikenang sebagai hari lahirnya Partij der Komunisten in Indie (PKI)

Dilindungi dan Diwaspadai, Inilah Cikal Bakal PKI di Indonesia

(foto: wikipedia)

SI di Semarang sebelum diwarnai oleh ideologi sosialis dan komunis dari ISDV memang sudah mendapat kepercayaan dari berbagai lapisan masyarakat, dari buruh tani sampai kaum berpendidikan.

Tapi karena timbul gesekan dan konflik antara ISDV dengan salah satu tokoh SI, HOS Cokroaminoto, maka terpecahlah murid-murid Sneevliet menjadi kelompok baru.

Pada tanggal 23 Mei 1920 di Semarang dibentuklah perserikatan Komunis Hindia (PKH) atau Indische Komunistische Partij (IKP).

Akan tetapi melalui sebuah konferensi, disepakati namanya diresmikan sebagai Partij der Komunisten in Indie (PKI).

Sejak saat itulah tanggal 23 Mei dikenang sebagai hari lahir PKI yang setelah Indonesia merdeka berganti kepanjangannya menjadi Partai Komunis Indonesia.

Saat awal dibentuk, Semaoen dipercaya menjadi ketua PKI dan Darsono wakilnya. Sementara itu Sneevliet sudah dipaksa pulang ke Belanda karena pengaruhnya pada pergerakan dianggap membahayakan.

PKI dilindungi pemerintah tapi pergerakannya diwaspadai

Dilindungi dan Diwaspadai, Inilah  Cikal Bakal PKI di Indonesia

(foto: docplayer)

Sejak PKI terbentuk, kelompok komunis Hindia Belanda menekankan pada pentingnya dukungan dari kaum buruh dan tani.

Semangat yang dibangun adalah perlawanan pada kapitalis yang saat itu dikenal dengan kaum borjuis nasional.

Ketika sudah selesai diresmikan dan bergerak secara mandiri, anggota PKI tidak diperkenankan bergabung di semua pergerakan lain, kecuali SI.

Tidak dimungkiri bahwa masa PKI terbanyak adalah dari SI. Hal ini juga menjadi diplomasi khusus untuk membentuk citra bahwa PKI bukanlah kelompok yang anti agama.

Bahkan keberadaannya sampai Indonesia merdeka dilindungi oleh pemerintah karena dinilai memberi manfaat untuk masyarakat. Meskipun pada kenyataannya antara PKI dan pemerintah sebenarnya saling waspada satu sama lain.

BACA JUGA  Kasus COVID-19 di Kabupaten Sukabumi Bertambah 426 Orang dalam Sepekan
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
/