FaktaInspirasirel keretasetan budegstory

Setan Budeg, Makhluk yang Sering Dianggap Jadi Penyebab Kecelakaan di Rel Kereta

Bukan hanya menjadi jalur transportasi, tapi rel kereta api juga menyimpan berbagai mitos. Sering kali terdengar cerita menyeramkan yang bikin merinding.

Salah satu mitos yang berkembang di sekitar rel kereta adalah kemunculan setan budeg.

Misteri setan budeg menjadi salah satu cerita turun temurun di kalangan masyarakat urban.

Dianggap menjadi penunggu rel kereta api, setan budeg sering diungkit-ungkit warga saat terjadi kecelakaan.

Memang tidak ada orang yang terbukti melihat keberadaannya, tapi isu setan budeg yang meminta tumbal di lintasan maut kereta api menjadi ketakutan tersendiri bagi yang mempercayainya.

Baca juga: Asal-usul Es Krim, Berawal dari Es Pegunungan Hingga Jadi Makanan Bangsawan

Isu setan budeg sudah berkembang puluhan tahun dan di beberapa kota di Indonesia

(foto: pinterest)

Salah satu rel kereta yang dianggap lintasan maut adalah jalur kereta di Bintaro. Pada tahun 1987 silam telah terjadi kecelakaan yang naas.

Saking tragisnya, banyak warga yang kemudian mengaitkan peristiwa maut saat itu dengan setan budeg.

Konon orang-orang yang ‘terpilih’ jadi korban dari setan budeg mendadak jadi tuli (budeg). Karena tuli, jadi tidak dapat mendengar suara apapun, termasuk kereta yang melintas.

Karena sangat fenomenal, tiap kali ada peristiwa kecelakaan kereta api, pasti langsung muncul isu ini. Seolah-seolah penyebab kecelakaan adalah di luar kuasa manusia.

Mitosnya kemudian berkembang ke beberapa kota di Indonesia dalam beragam versi.

Banyak spekulasi yang beredar tentang korban kecelakaan di rel kereta

Setan Budeg, Makhluk yang Sering Dianggap Jadi Penyebab Kecelakaan di Rel Kereta

(foto: sarahgodreau)

Sebutan setan budeg muncul dari cerita masyarakat setempat. Namanya merujuk ke sekitar perlintasan kereta yang rawan kecelakaan dan ada korban tewas.

Konon, korban tidak bisa mendengar suara kereta yang akan melintas dalam beberapa detik. Meski kereta sudah dekat, si korban nekat melangkah atau menyetir kendaraan.

Meskipun sudah diingatkan dengan klakson lokomotif atau oleh masyarakat sekitar lokasi kejadian.

Ada bermacam-macam peristiwa kecelakaan. Mulai dari orang yang sedang melintas jalan kaki dan terserempet kereta, sedang membawa kendaraan lalu kendaraannya mogok di rel lalu tertabrak, hingga karena kelalaian dari pihak petugas kereta yang memicu kecelakaan.

Baca juga: Kisah Pendiri Universitas Stanford, Kampus Bergengsi yang Lokasinya Bekas Kandang Kuda

Misteri kecelakaan karena setan budeg juga dapat dianalisis secara psikologis

Setan Budeg, Makhluk yang Sering Dianggap Jadi Penyebab Kecelakaan di Rel Kereta

(foto: balazorz)

Terkait setan budeg, konon selain dibuat tuli, korban juga mendapat sebuah bisikan agar tidak takut melintas di rel walau kereta sudah dekat. Bisikan itu juga mungkin berasal dari dalam diri karena beragam hal.

Insiden kecelakaan kereta karena kondisi mendadak budeg juga dapat dianalisis secara psikologis.

Di tengah kesibukan, banyak yang melintas di rel kereta api dalam kondisi buru-buru, sambil memegang ponsel, dan pikiran kurang fokus karena alasan lain.

Atau bahkan justru sedang mengantuk atau melamun, entah itu pada siang hari maupun pada malam hari.

Saat perhatian terbagi-bagi untuk beberapa hal (distracted activity), tak jarang konsentrasi seseorang jadi terganggu.

Ini berlaku pada orang yang menyetir atau berjalan sambil memainkan ponsel, sambil mendengar musik, ngobrol, atau bahkan sambil makan.

Mitos setan budeg bisa jadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan

 Makhluk yang Sering Dianggap Jadi Penyebab Kecelakaan di Rel Kereta

(foto: nytimes)

Memang makhluk hanya mitos belaka bagi masyarakat yang kurang meyakini. Tapi ternyata cerita seperti ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ketika fokus teralihkan, akibatnya jadi kurang bersikap waspada terhadap lingkungan sekitar.

Apapun keyakinannya, setiap peristiwa yang digariskan Tuhan pasti akan terjadi, termasuk setiap peristiwa di sekitar rel kereta api.

Bukan berarti untuk menakuti dan menjadikan masyarakat paranoid dengan sesuatu yang tidak terlihat jelas. Hanya saja, ada baiknya untuk lebih memfokuskan pikiran sepanjang perjalanan.

BACA JUGA  Kisah Dashrath Manjhi, 22 Tahun Membelah Gunung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
/